Cerita dari Warloka Pesisir

Bagaimana sebuah kampung nelayan tertua di Manggarai Barat menjadi titik berangkat menuju Komodo.

Siapa kami

Dibesarkan oleh laut Selat Molo.

PT. Agung Tour Indonesia lahir dari keluarga nelayan yang turun-temurun tinggal di Desa Warloka Pesisir — salah satu kampung tertua di pesisir Manggarai Barat, dengan jejak sejarah hingga era perdagangan Neolitikum. Jauh sebelum Taman Nasional Komodo ramai dikunjungi wisatawan, warga Warloka sudah menyeberang ke Komodo dan Rinca untuk melaut.

Kini kami mengubah pengetahuan itu menjadi layanan wisata: kapan arus Selat Molo bersahabat, di titik mana komodo biasa terlihat, dan bagaimana menikmati Padar tanpa berdesakan dengan rombongan lain. Setiap tamu yang berlayar bersama kami sebenarnya sedang menumpang di jalur pelayaran yang sudah dipakai warga Warloka selama beberapa generasi.

Kapal-kapal wisata di pelabuhan Labuan Bajo
3 PulauKomodo, Padar & Rinca dalam satu trip
250+Trip yang kami jalankan tiap tahun
4.9/5Penilaian rata-rata tamu kami
06.00Berangkat pagi dari Warloka Pesisir
Nilai kami

Empat hal yang tidak kami tawar.

01

Berpangkalan di Warloka

Kami hafal arus Selat Molo dan waktu terbaik menyeberang, karena laut ini adalah halaman rumah kami sehari-hari.

02

Kapal & kru berizin

Speedboat dan kapal phinisi dirawat rutin, dikemudikan nakhoda lokal dengan pengalaman puluhan tahun melaut.

03

Ranger resmi TN Komodo

Setiap trekking komodo didampingi ranger bersertifikat; life jacket dan alat snorkeling tersedia untuk semua tamu.

04

Kenal kampung, kenal budaya

Selain pulau-pulau nasional, kami bisa mengajak Anda singgah ke Bukit Kenangan dan pasar barter khas Warloka.

Kampung pesisir khas Manggarai Barat saat senja
Kampung kami

Warloka bukan sekadar titik keberangkatan.

Dari Bukit Kenangan, tamu bisa memandang Selat Molo dan Pulau Rinca sekaligus — tempat yang sama yang biasa dipakai warga menunggu perahu nelayan pulang. Setiap Selasa pagi pukul 06.00–08.00 WITA, pasar barter khas Warloka masih berjalan: barang ditukar barang, tanpa uang.

Bila waktu Anda cukup, kami senang mengajak singgah ke hutan mangrove, situs megalitik Batu Balok, atau sekadar duduk bersama warga sambil mencicipi sambal ikan asap — produk UMKM andalan desa kami.

Ingin mengenal Warloka lebih dekat?

Tanyakan paket mana yang paling cocok dengan waktu dan minat Anda — kami bantu sesuaikan.

Chat WhatsApp Lihat Paket