Desa Warloka Pesisir adalah pelabuhan tertua di pesisir Manggarai Barat — dari sinilah nenek moyang kami menyeberang ke Komodo dan Rinca jauh sebelum kawasan ini menjadi taman nasional.
Kami hafal arus Selat Molo dan waktu terbaik menyeberang, karena laut ini adalah halaman rumah kami sehari-hari.
Speedboat dan kapal phinisi dirawat rutin, dikemudikan nakhoda lokal dengan pengalaman puluhan tahun melaut.
Setiap trekking komodo didampingi ranger bersertifikat; life jacket dan alat snorkeling tersedia untuk semua tamu.
Selain pulau-pulau nasional, kami bisa mengajak Anda singgah ke Bukit Kenangan dan pasar barter khas Warloka.
Tiga teluk berbeda warna terlihat dari satu puncak bukit — spot foto paling dicari di Komodo.
Pasir merah muda dari pecahan karang, air jernih dengan terumbu dangkal ramah pemula.
Trekking savana bersama ranger, berpapasan langsung dengan komodo di habitat aslinya.
Bukit Kenangan, hutan mangrove, dan pasar barter Selasa pagi.
Air di Pantai Merah jernih sekali, dan komodo di Rinca terlihat dari jarak yang aman berkat pendampingan ranger.
Yang paling saya ingat justru mampir ke pasar barter Warloka hari Selasa pagi — jarang tur lain menawarkan ini.
Anak-anak masih bercerita soal kelelawar yang terbang di Pulau Kalong saat senja. Kapalnya stabil untuk keluarga.
Kabari kami tanggal keberangkatan dan jumlah rombongan — biasanya kami balas dalam 15 menit lewat WhatsApp.